Cuitan di Hari Santri 2019

Cuitan di Hari Santri 2019

Penuh makna dan meriah sebagaian besar warga Nahdatul Ulama saat memperingati hari santri. Mulai dari ceramah, upacara, perlombaan, selamatan, makan bersama dilaksanakan di hampir setiap pondok pesantren di seluruh Indonesia. Jagat maya juga tidak mau kalah, di facebook tersedia frame foto untuk digunakan sebagai tanda ikut merayakan hari santri. Setali tiga uang dengan yang ada di Instagram dan Twitter, ramai-ramai memeriahkan dengan atribut santri seperti busana muslim, sarung, peci, songkok, dan sesuatu yang dapat dimaknai sebagai ciri khas santri pondok.

Pada sisi lain ada sebagian yang mengkritik adanya hari santri. Pada sejarahnya mulai awal kebijakan hari santri tahun 2015 sudah direspon dengan pandangan lain oleh warga Muhammadiyah. Ketua Muhammadiyah, Haidar Nashier menyatakan keberatan akan hari santri, karena akan menganggu ukhuwah karena akan terpolarisasi. Atas penolakan tersebut ketua PBNU merespon dengan penjelasan definisi santr. Selanjutnya pada tahun 2018 ada peristiwa pembakaran bendera yang diduga bendera HTI. Peristiwa tersebut menandakan terjadinya dinamika pada peringatan hari santri.

 

Percakapan Hari Santri 2019

Tahun 2019 menarik disimak jika melihat dinamika peringatan hari santri. Jauh sebelum tanggal 22 oktober 2019, Kementrian agama sudah menerbitkan surat tentang tema besar terkait hari santri 2019 yaitu santri untuk perdamaian dunia. Saat peristiwa hari santri 2019 terlihat data yang disajikan oleh Drone Emprit Academic (https://academic.droneemprit.id/) di ranah dunia maya khususnya Twitter. Tertanggal 22 – 29 oktober 2019 terlihat  jumlah mention seputar hari santri Social Media sebesar 51,780 mention terdiri atas 31,184 (60%) mention negatif dan 18,780 (36%) mention positif, sedangkan netral sebesar 1,816. (4%).

Secara gamblang negatif lebih besar dari positif berarti ada suatu hal yang salah dalam peringatan ini. Definisi operasional negatif adalah penyoalan peringatan hari santri dengan tindakan represif, sindiran atas peringatan har santri. Positif adalah pemberian ucapan atau dukungan atas peringatan hari santri.

Pada paling banyak diretweet terlihat bahwa akun twitter pak @prabowo selanjutnya @afrisnugraha. setelahnya ada sentimen negatif terkait hari santri semisal penyoalan pelarangan bendera di akun @fah_alwi, @__Darkah, @opposite6890. Jika ditelisik, dari sudut pandang sejarah memang tidak dapat dikesampingkan, hal ini terjadi juga pada peringatan hari santri 2019, penolakan dalam bentuk lain seperti komen negatif semisal dirobeknya bendera organisasi HTI atau sebagian menyebut bendera Tauhid, masih terungkit dan terjadi lagi di hari santri 2019. Dapat dilihat dari twit dari akun bernama @fah_alwi dengan isi “Beredar video…Hari santri ternodailagi dengan melarang bendera Tauhid di hari Santri di cianjur Kejadian di masjid Agung Cianjur” dengan jumlah retweet 783. Sejalan juga disuarakan akun lain dengan jumlah retweet 676 dan 684. Akan tetapi kasus perampasan bendera tidak semua bernilai negatif, setelah konfirmasi dengan permintaan maaf dari ketua GP Ansor Kab.Lebak. Disambut positif oleh sebagian akun @intelFPI dengan jumlah retweet 902 dan likes 2,419. Hal demikian masuk dalam sentimen positif.

Jika melihat konteks sentimen negatif ada juga yang menghubungan dengan politik. Seperti diketahui tanggal 23 oktober 2019, sehari setelah peringatan hari santri diumumkan menteri kabinet jilid 2. Pencantuman hastag #HabisManisNUDibuang dibuat untuk menyindir hari santri yang identik dengan Nahdatul Ulama dengan pemilihan menteri yang tidak diisi oleh intelektual NU. Hal tersebut mendapat retweet 563 dan mention 1,602.

Pada top hashtags percakapan per tanggal 20 sampai 29 oktober 2019 menggunakan tagar #harisantri2019 dengan 7889 terlihat:

Hal ini menandakan tanggal 22 oktober identik dengan hari santri. Ada hashtags yang berkomposisi dengan selain #harisantri2019 atau  tetapi tidak sebegitu banyak semisal #SelasaSambat #twibbon #indonesia dengan masing-masing tidak lebih dari 300 tweets. Atas pijakan hari santri 2019 dapat diprediksi bahwa dinamika hari santri 2020 juga akan terulang permasalahan kontroversi seputar bendera, organsasi terlarang, tindakan represif dari beberapa orang saat hari santri.

 

Sebarkan kepedulian

Komentar ditutup, tapi trackbacks dan pingback terbuka.